Monday, April 16, 2007

Arell, adhik mbak Ara


Hallo...
Boleh kenalan kan, saya Arell, adhik sepupu mbak Ara dan mas Abin..
ini lagi in action pake topi dari kertas koran,
katanya mama, saya cakep walo hanya pake topi kertas..
terima kasih ya semua...da...da....

Saturday, April 14, 2007

Terima kasihku

Tuhan..

Andai aku bisa melukiskan apa yang ada di dasar hati ini,
tentu Lukisan itu akan terlihat sangat... indah...

Andai aku bisa menyanyikan apa yang aku rasakan ini..
tentu Nyanyian itu akan sangat terdengar sangat merdu ..

Tapi maafkan aku Tuhan,
Karena Karunia indahmu padaku
tidak seindah lukisanku
dan tidak juga semerdu nyanyianku

terima kasih suamiku,
Atas segala indahnya cintamu..

terima kasih anak anakku..
Atas manisnya senyummu,merdunya suara tangismu..

terima kasih Mamah Bapakku,
Atas semua doa & tuntunanmu padaku..

dan sekali lagi Tuhan
TERIMA KASIH ATAS SEMUA KARUNIA INDAHMU PADAKU

Wednesday, April 11, 2007

Rekreasi bersama TK Tunas Bangsa

























Hari Senin kemaren,
TK Tunas Bangsa mengadakan rekreasi bersama di Bintan Lagoon Hotel..
Asyik...Horeee....begitu teriakan Ara,Abin dan teman temannya...
Capek...tapi mereka terlihat sangat menikmatinya..
Sering sering aja buataacara yang seperti ini Ibu Guru...(he...he...)
Biar para emak juga seneng.....

Tuesday, April 3, 2007

Exercise

























Ini foto foto pas lagi Fighting and Rescue Exercise.....
Wah....seru banget ...

Mas Dewa










Yang ini foto mas Dewa yang lagi mampir ke Bintan Resorts.
Tapi kok nggak ada senyumnya....
Kita tetep seneng kok mas...dont worry be happy...
Maju terus....

Wednesday, March 28, 2007

Cita citaku


Adhek kalo sudah besar mau jadi apa?
Mau jadi Robot!
(itu kemaren, katanya.Mungkin Robot terlihat sangat pemberani, menumpas kejahatan membela kebenaran.hi...hi....)
Hari ini kutanya lagi,
Adhek kalo sudah besar mau jadi apa?
Mau jadi Raksasa...
(Mungkin karena besar, bisa nakut nakutin orang kali ya...)
Lucu, dan belum nalar yaa....hi...hi...



Dan hal yang sering Abin lakukan adalah memujiku.
(horeee........)
Mami cantik amat kaya bidadari, atau...
Lho kok rambutnya bagus kaya putri....
(thanks honey..)
Dan sebagai tanda terima kasihku, aku selalu menciumnya setelah dapat pujian...
Tapi hari ini, diluar dugaan, pas lagi belanja pula, dan lagi banyak pula...
Secara tiba tiba, sekonyong konyong, kenceng sekali kudengar....
Mami, pantat mami besar betul...(Upptssss! Thanks honey...)
Aku tarik tangannya dan cepet cepet berlalu dari situ....he...he.....

Friday, March 23, 2007

Buaya berekor ikan



Jon Hughes
Ilustrasi buaya Jurassci yang ditemukan di Oregon, AS.




Buaya berekor ikan

Fosil seekor reptil purba yang ditemukan di Oregon, AS, memiliki bentuk tubuh seperti buaya, namun ekornya seperti ikan. Para ilmuwan yakin ia merupakan bentuk peralihan reptil amfibi sebelum benar-benar menjadi hewan air sepenuhnya. Hewan tersebut diduga berasal dari daratan Asia dan terbawa ke Amerika Barat karena proses pergeseran lempeng tektonik.

Fosil reptil purba yang panjang tubuhnya antara 1,8 meter hingga 2,5 meter itu ditemukan di batuan Jurassic yang berasal dari formasi Snowshoe di kawasan Izee Terrane, Oregon. Karena keunikannya, ia diklasifikasikan sebagai spesies baru yang masuk ke dalam genus Thalattosuchia. Buaya yang masuk dalam kelompok ini hidup sezaman dengan dinosaurus pada periode Jurassic antara 210 hingga 140 juta tahun lalu.

Para ilmuwan memprediksi bahwa spesies reptil yang diberi nama Thalattosuchian dulunya juga tinggal di daratan Asia. Hal tersebut terlihat dari struktur anatomi tubuhnya yang unik, seperti bentuk struktur tulang iganya yang menempel ke batang tubuhnya.

"Hewan yang membatu itu mungkin berpindah ke timur dari wilayah yang sekarang Jepang pada benua yang mengapung," kata William Orr, salah satu anggota tim penemu fosil tersebut yang juga direktur Museum Fosil Thomas Condon di Universitas Oregon, AS. Menurutnya, fosil berada di ujung benua mengapung sesuai teori lempeng tektonik kerak Bumi yang sekarang menjadi Amerika Utara.

Buntut ikan

Seperti buaya modern, hewan tersebut dilengkapi organ yang dibutuhkan saat di darat maupun saat di air. Kakinya yang pendek dan besar membuatnya mudah merayap di daratan untuk bertelur.

Namun, yang membedakannya dengan bauya modern, ia mungkin lebih banyak berada di air. Ekornya berbentuk seperti sirip hiu dan kaki berselaput seperti katak sehingga lebih mudah berenang di air dan mengejar mangsa.

Thalattosuchian mungkin mewakili tahap evolusi reptil amfibi yang berkembang dari hewan semi-akuatik (hidup di air dan darat) sebelum benar-benar sepenuhnya hanya hidup di air. "Ia hampir menjadi hewan akuatik sepenuhnya," tandas Orr.



Sumber: LiveScience.com